Aku tahu Ramadhan tinggal sehasta
Indah gerbangnya seperti melengkung cakrawala
Terlingkar mawar, wangi kasturi, dan Salsabila setiap lengkungnya
Hanya sehasta, kawan!

Aku tahu detik-detik ini begitu berharga
Bila pagi kumasuki, aku berharap senja kehingga
Dan bila senja tiba, aku bertanya dalam hati
Esok pagi akankah berjumpa 

Aku tahu Ramadhan tiba
Sehasta saja jaraknya
Tapi rasa takut itu menyelubungi jiwa
Menjalar rapat
Berhimpit-himpit diantara nadi dan aorta
Aku takut tidak bersua puasa
Karena Izrail dan buku-Nya tiba

Bulan itu : sehasta saja jaraknya!

[instant message by mb’ Dian – by unknown]