Puasa, gak kerasa…


Saya merasakan perbedaan yang amat sangat pada ramadhan kali ini. Banyak hal yang berubah dari ramadhan sebelumnya. Dulu, masih sering sekali tarawih berjamaah di masjid, tadarus juga lumayan, ya yang jelas suasana ramadhannya bener-bener terasa. Kali ini, waktu yang tersedia untuk merasakan ramadhan hanya pada saat sahur & buka puasa. Tarawih? Tadarus? ga kerasa…

Saya tidak ingin menyalahkan keadaan, karena seharusnya ramadhan ada di hati. Toh, kesibukan keseharian memang sudah jadi konsekuensi yang tetap harus dijalani. Kerja, kuliah, ngejalanin usaha, itu semua kan sudah jadi pilihan yang seharusnya saya tau implikasi & konsekuensinya. Lantas, kenapa ramadhan itu hilang? Atau, apa dunia sudah benar-benar membuat saya lalai?
Ingin menangis rasanya jika ternyata saya termasuk orang-orang yang lalai karena dunia, padahal dunia tidak pantas untuk dikejar. Karena, jika bukan dunia yang meninggalkan kita, pastilah kita yang akan meninggalkannya…

Gusti Allah,
ampunilah diri ini, berikan kesempatan padaku untuk merasakan wangi kasturinya Ramadhan tahun depan… Untuk menikmati jamuan-Mu… agar dapat bersua dengan-Mu sebagai hamba yang pantas memasuki surga Firdaus-Mu… amiin ya rabbal ‘aalamiin…

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
apaya?
Gempa lagi…

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

529223 Blog Verification…

529223…

Sesungguhnya kelalaian kita adalah kita buat sendiri. Dengan segala macam sikap permisif untuk diri kita sendiri. Tahun lalu, ramadhan memang sangat berarti bagiku, tapi kini, seiring bertambahnya kesibukan, sudah tak terhitung jumlah hari shalat tarawih yang aku tinggalkan.

Apakah ini konsekuensi? Bukan! Bukan! Sama Sekali Bukan! Ini adalah alasan yang sering kita buat-buat sendiri.

Sebenarnya melangkah ke masjid teramat ringan setelah ditempa panasnya kota seharian. Terasa sejuk dan menyenangkan. Tetapi mengapa kita malas?

Kesibukan bukan alasan…. alasan utama adalah kemalasan kita sendiri…
Wallahu ‘alam

ramadhan sgt sayang jika dilewatkan begitu saja.kita pasti sadar kalo kita tidak ada kepastian akan bertemu dengannya di tahun berikutnya.
tp kemalasan yg da di diri kitalah yg membuatnya berlalu tanpa kesan………kl kita menyadari tiap detik di ramadhan sgt berarti tentu kita seharusnya dpt mengatur waktu sebaik2nya.karna kesempatan yg ada di tiap detik itu tidak akan terulang lagi.misal jika kita tdk punya kesempatan utk tarawih dan tadarus di masjid krn mungkin pekerjaan yg memang tdk bisa ditinggalkan bukankah kita nasih punya wkt saat sahur utk melakukannya??dan mgkn saat tarawih & tadarus sendiri kita dpt sambi menginstropeksi diri kita sendiri……..Insya Allah.