Love is Beautiful

March 9th, 2008 24 Comments fahmij

Sudah baca novel Sang Pemimpi? Kalau sudah, pasti tau tentang Arai kan. Saya mengagumi filosofi cinta Arai terhadap Zakiah Nurmala, bidadarinya. Dalam pandangan saya, Arai sudah paham betul bagaimana seharusnya mencintai sesuatu/seseorang. Arai selalu berpikir positif meskipun Nurmala jelas-jelas menolaknya. Tapi, lihatlah apa yang dikatakan Arai..

“Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal…,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.

Mungkin, sudah tak penting lagi apakah Nurmala akan menerima atau menolaknya, baginya, mencintai tanpa memiliki, itu sudah cukup..

 

24 Responses to “Love is Beautiful”

  1. Erna March 9th, 2008 at 7:09 am

    Assalamualaikum…numpang mampir….
    Filosofi yang bagus…tapi maaf aku kurang sependapat dengan Arai, cinta sejati memang tidak selalu untuk memiliki Arai. tapi hatimu yang sekuat batu pun akan terkikis oleh hujan dan sampai kapan kau akan menunggu dan bertahan? sampai kau menjadi lebih baik untuk Nurmala?lumpur yang berbekas ditembok pun dapat terhapus oleh air

  2. Erna March 9th, 2008 at 7:09 am

    itu bukan cinta yang indah……maaf ya….

  3. nurul March 10th, 2008 at 12:09 am

    yup dah baca mas…ya salut buat kegigihan Arai.

  4. alle March 10th, 2008 at 1:32 am

    kasian mi klo jadi arai :d

  5. Key March 10th, 2008 at 5:03 am

    Belum baca tuh mas
    Tapi salut buat filosofi cintanya arai
    Lebih baik kan? dia berani melempar lumpur ke tembok,paling tdk tembok itu tahu dan lumpur itu membekas di tembok
    Daripada cuma memandangi tembok
    Bukankah g ada usaha tuh namanya?
    Maaf y kl salah maklum lom baca

  6. theloebizz March 10th, 2008 at 10:19 am

    hhmmm…sepertinya kekeuh banget yah beliau ingin menyatakan cintanya…meskipun sepertinya hasilnya bertepuk sebelah tangan…
    salute!! ;)

  7. crizosaiii March 10th, 2008 at 12:27 pm

    deuh… dahsyatnya filosofi cinta si Arai.. :)

  8. nurzj March 11th, 2008 at 12:53 pm

    hmm.. jadi mikir. Sampai kapan Arai akan bertahan seperti itu bila Zakiah tidak pernah membuka hatinya untuk Arai? (meski di novel sepertinya Zakiah mulai luluh). Apa Arai akan membujang selamanya? Atau pada suatu hari Arai akan ‘menyerah’ dan ‘terpaksa’ menerima kehadiran sosok lain untuk mengisi kehidupannya?

  9. Sandi March 12th, 2008 at 2:18 am

    Salam kenal

    it si Nurmala menolak terus, bukan berarti dia ga mau kan?

    Saya melihat ada alasan kenapa Arai terus menerus melempar lumpur, karena Arai sendiri ga tau pasti isi hati nurmala.

    Seandainya Arai Tau nurmala sudah mencintai orang lain, bukan dirinya, apakah Arai akan bisa tetap bertahan? Terus menerus melempar lumpur? Apakah ia akan bertahan sampai ia lelah?

    Saya kira Arai juga manusia kan, bukan Tuhan :)

  10. nyamukbingung March 12th, 2008 at 4:57 am

    berarti cinta tak harus miliki mi?:-?

    tentang Arai, mungkin akan terjawab di Maryamah Karpov, begitu juga dengan A Ling

  11. fahmi March 12th, 2008 at 11:12 am

    # Erna
    Wa’alaikumsalam.w.w.
    Terima kasih sudah mampir. :) Arai ngga cuma nunggu kok, dia sudah berusaha, namun Nurmala mungkin memang terlalu indifferent, dan meranalah Arai.
    Tapi saya melihat esensi yang lain dari sekadar mengharapkan respon dari Nurmala, yaitu ketulusan Arai untuk mencintai. Ya, ketulusan!!
    Seperti ketika kita tanyakan pada para Abdi Dalem di Kraton Ngayogyakarto, kenapa mereka rela dibayar ‘hanya’ 25000 per bulan? Pengabdian!! Itu jawabnya.
    Apa yang didapat Arai dari Nurmala? Diam, makian, dan seolah seperti tak pernah ada Arai.
    Namun Arai tetap mencintainya.. Dan cintanya itu ‘give’, bukan ‘take’..
    Bagi saya, di situlah letak keindahannya.. :)

    # Nurul
    :)

    # alle
    Hehe, semoga ngga ada yang nasib cintanya semacam Arai..

    # Key
    Wah, baca deh, novelnya menggugah semangat.. Iya, yang penting usaha & ikhlas..

    # theloebizz
    Arai sudah nyatain cintanya, cuma Nurmala-nya “Not-responding”
    Btw, terima kasih sudah mampir :)

    # crizosaiii
    Ya, begitulah.. :)

    # nursj
    Kalaupun Arai tak mampu memenangkan hati Zakiah, dan menerima kehadiran sosok lain, rasanya ia akan tetap mencintai sosok itu seperti ia mencintai Zakiah..

    # Sandi
    Salam kenal juga :)
    Nah itu dia, Nurmala terlalu indifferent, cuek, tak acuh, not responding.. Mana tau Arai isi hatinya..

    # nyamukbingung
    Iya, karenanya kita harus mampu membedakan antara cinta dan keinginan untuk memiliki…

  12. key March 13th, 2008 at 7:25 am

    Ya insyaallah kl dan waktu aq baca, yg buku 1 aja lom kelar, apalagi sekarang lg sibuk ngerjain TA…, y
    smoga aq juga bisa usaha dan ikhlas dalam ngerjain TA biar cepet kelar :), mohon doa nya y

  13. Youfan March 14th, 2008 at 11:27 pm

    Assalamu’alaikum Pak Fahmie…

    “…Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.

    Uwoooo, filosofi na keren sekali… :(( Terharu… :(

    That’s beautiful or tragic? :(

  14. saidedwin March 20th, 2008 at 7:48 pm

    aduh mi ngga ada yang namanya mencintai tanpa memiliki. cinta itu take and give jadi ketika cinta hanya satu sisi saja maka ngga sempurna cinta itu. cinta itu baru sempurna ketika pasangan kita menerima dan dia memberi cinta itu. mencintai tanpa memiliki hanya buat pemimpi saja. mungkin Arai mencintai karena obsesi dia ingin memiliki nurmala yang ngga bisa dimilikinya. intinya tanyakan diri sendiri dulu sebelum mencintai sesuatu. apakah karena obsesi atau cinta? cinta sejati itu sendiri didapat ketika kita cinta itu diuji dengan berbagai kerikil dan duri tajam ketika itu mereka menghadapi secara bersama sama.

  15. nurul March 26th, 2008 at 11:54 pm

    mas udah membandingkan arti cinta versi arai sama aisya (aac)??
    ;)

  16. Okta Sihotang March 27th, 2008 at 6:35 am

    salut degh ama si arai…
    pejuang sejati euy.. :)

  17. nico April 3rd, 2008 at 2:50 pm

    *perasaan dah komen dsini kemaren2,ternyata belum toh*
    mi, pinjem bukunya dung. baru baca yg laskar pelanginya.

  18. haruna said..... April 8th, 2008 at 9:05 am

    :)>- :D :O :X :P

    asssalamualaikum…….

    memang cinta tidak harus memiliki karena sesungguhnya cinta itu anugrah dari Allah bkan sebuah rekayasa manusia

    cinta bagaikan mutiara dilaut lepas
    takkan hilang meskipun diterjang hujan deras

  19. rkasigi April 13th, 2008 at 7:55 am

    fahmi pinjem dunks bukunya..gw mo baca niy..:d

    klo kata AAC : “syukron ya fahmi” :d

  20. chang-e May 23rd, 2008 at 6:43 am

    Kira-kira bagaimana ya, jika Arai membaca semua supports dan pendapat di atas ^^ ?

    Will he be glad, for there are many people here who care about him?

  21. fyiz October 23rd, 2008 at 6:28 pm

    Bener!
    Saya kagum dg Arai, benar2 kagum. Apapun yg dilakukan Arai benar2 mampu membuat orang lain silau, kejujurannya, sikap besar hatinya.
    Cintanya yang besar namun rabun juga bikin saya iri bgmn bisa dia bertahan sampai seperti itu
    Arai bg saya ialah karakter paling kuat bahkan mungkin melebihi Ikal
    Sepertinya Arai mampu membuat byk orang jatuh cinta padanya, hanya lwt tulisan dan deskripsi Andrea

  22. nHiya December 13th, 2008 at 9:32 pm

    kereeeen!!! ^_^

  23. lely1412 May 18th, 2009 at 12:57 pm

    wahh,, seandainya bener2 ada cwo kek Arai di sekitar sni?? Salut deh buadh kegigihannya…

  24. fi December 24th, 2009 at 3:40 am

    ah susah… kalo aku jadi lumpur dia dengan begitu mudahnya membersihkanku


Leave a Reply