Love is Beautiful


Sudah baca novel Sang Pemimpi? Kalau sudah, pasti tau tentang Arai kan. Saya mengagumi filosofi cinta Arai terhadap Zakiah Nurmala, bidadarinya. Dalam pandangan saya, Arai sudah paham betul bagaimana seharusnya mencintai sesuatu/seseorang. Arai selalu berpikir positif meskipun Nurmala jelas-jelas menolaknya. Tapi, lihatlah apa yang dikatakan Arai..

“Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal…,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.

Mungkin, sudah tak penting lagi apakah Nurmala akan menerima atau menolaknya, baginya, mencintai tanpa memiliki, itu sudah cukup..

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Financial Freedom
Life is so beautiful

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Assalamualaikum…numpang mampir….
Filosofi yang bagus…tapi maaf aku kurang sependapat dengan Arai, cinta sejati memang tidak selalu untuk memiliki Arai. tapi hatimu yang sekuat batu pun akan terkikis oleh hujan dan sampai kapan kau akan menunggu dan bertahan? sampai kau menjadi lebih baik untuk Nurmala?lumpur yang berbekas ditembok pun dapat terhapus oleh air

itu bukan cinta yang indah……maaf ya….

yup dah baca mas…ya salut buat kegigihan Arai.

kasian mi klo jadi arai :d

Belum baca tuh mas
Tapi salut buat filosofi cintanya arai
Lebih baik kan? dia berani melempar lumpur ke tembok,paling tdk tembok itu tahu dan lumpur itu membekas di tembok
Daripada cuma memandangi tembok
Bukankah g ada usaha tuh namanya?
Maaf y kl salah maklum lom baca

hhmmm…sepertinya kekeuh banget yah beliau ingin menyatakan cintanya…meskipun sepertinya hasilnya bertepuk sebelah tangan…
salute!! ;)

deuh… dahsyatnya filosofi cinta si Arai.. :)

hmm.. jadi mikir. Sampai kapan Arai akan bertahan seperti itu bila Zakiah tidak pernah membuka hatinya untuk Arai? (meski di novel sepertinya Zakiah mulai luluh). Apa Arai akan membujang selamanya? Atau pada suatu hari Arai akan ‘menyerah’ dan ‘terpaksa’ menerima kehadiran sosok lain untuk mengisi kehidupannya?

Salam kenal

it si Nurmala menolak terus, bukan berarti dia ga mau kan?

Saya melihat ada alasan kenapa Arai terus menerus melempar lumpur, karena Arai sendiri ga tau pasti isi hati nurmala.

Seandainya Arai Tau nurmala sudah mencintai orang lain, bukan dirinya, apakah Arai akan bisa tetap bertahan? Terus menerus melempar lumpur? Apakah ia akan bertahan sampai ia lelah?

Saya kira Arai juga manusia kan, bukan Tuhan :)

berarti cinta tak harus miliki mi?:-?

tentang Arai, mungkin akan terjawab di Maryamah Karpov, begitu juga dengan A Ling

# Erna
Wa’alaikumsalam.w.w.
Terima kasih sudah mampir. :) Arai ngga cuma nunggu kok, dia sudah berusaha, namun Nurmala mungkin memang terlalu indifferent, dan meranalah Arai.
Tapi saya melihat esensi yang lain dari sekadar mengharapkan respon dari Nurmala, yaitu ketulusan Arai untuk mencintai. Ya, ketulusan!!
Seperti ketika kita tanyakan pada para Abdi Dalem di Kraton Ngayogyakarto, kenapa mereka rela dibayar ‘hanya’ 25000 per bulan? Pengabdian!! Itu jawabnya.
Apa yang didapat Arai dari Nurmala? Diam, makian, dan seolah seperti tak pernah ada Arai.
Namun Arai tetap mencintainya.. Dan cintanya itu ‘give’, bukan ‘take’..
Bagi saya, di situlah letak keindahannya.. :)

# Nurul
:)

# alle
Hehe, semoga ngga ada yang nasib cintanya semacam Arai..

# Key
Wah, baca deh, novelnya menggugah semangat.. Iya, yang penting usaha & ikhlas..

# theloebizz
Arai sudah nyatain cintanya, cuma Nurmala-nya “Not-responding”
Btw, terima kasih sudah mampir :)

# crizosaiii
Ya, begitulah.. :)

# nursj
Kalaupun Arai tak mampu memenangkan hati Zakiah, dan menerima kehadiran sosok lain, rasanya ia akan tetap mencintai sosok itu seperti ia mencintai Zakiah..

# Sandi
Salam kenal juga :)
Nah itu dia, Nurmala terlalu indifferent, cuek, tak acuh, not responding.. Mana tau Arai isi hatinya..

# nyamukbingung
Iya, karenanya kita harus mampu membedakan antara cinta dan keinginan untuk memiliki…

Ya insyaallah kl dan waktu aq baca, yg buku 1 aja lom kelar, apalagi sekarang lg sibuk ngerjain TA…, y
smoga aq juga bisa usaha dan ikhlas dalam ngerjain TA biar cepet kelar :), mohon doa nya y

Assalamu’alaikum Pak Fahmie…

“…Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.

Uwoooo, filosofi na keren sekali… :(( Terharu… :(

That’s beautiful or tragic? :(

aduh mi ngga ada yang namanya mencintai tanpa memiliki. cinta itu take and give jadi ketika cinta hanya satu sisi saja maka ngga sempurna cinta itu. cinta itu baru sempurna ketika pasangan kita menerima dan dia memberi cinta itu. mencintai tanpa memiliki hanya buat pemimpi saja. mungkin Arai mencintai karena obsesi dia ingin memiliki nurmala yang ngga bisa dimilikinya. intinya tanyakan diri sendiri dulu sebelum mencintai sesuatu. apakah karena obsesi atau cinta? cinta sejati itu sendiri didapat ketika kita cinta itu diuji dengan berbagai kerikil dan duri tajam ketika itu mereka menghadapi secara bersama sama.

mas udah membandingkan arti cinta versi arai sama aisya (aac)??
;)

salut degh ama si arai…
pejuang sejati euy.. :)

*perasaan dah komen dsini kemaren2,ternyata belum toh*
mi, pinjem bukunya dung. baru baca yg laskar pelanginya.

:)>- :D :O :X :P

asssalamualaikum…….

memang cinta tidak harus memiliki karena sesungguhnya cinta itu anugrah dari Allah bkan sebuah rekayasa manusia

cinta bagaikan mutiara dilaut lepas
takkan hilang meskipun diterjang hujan deras

fahmi pinjem dunks bukunya..gw mo baca niy..:d

klo kata AAC : “syukron ya fahmi” :d

Kira-kira bagaimana ya, jika Arai membaca semua supports dan pendapat di atas ^^ ?

Will he be glad, for there are many people here who care about him?