Refleksi & Tindakan
* Pesan ini saya teruskan dari email seorang kawan, terjemahan dari suatu tulisan berbahasa Inggris (diterjemahkan oleh Boedi Dayono – Januari 2004)
Perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada umur negara itu. Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang (miskin). Di sisi lain – Singapura, Kanada, Australia & New Zealand – negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun, saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin.
Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin. Jepang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian & peternakan. Tetapi, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia. Jepang laksana suatu negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya.
Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami. Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia). Swiss juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban – tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.
Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara berkembang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan.
Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting. Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju/kaya di Eropa.
Lalu.. Apa perbedaannya?
Perbedaannya adalah pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.
Berdasarkan analisis di atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut :
1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggungjawab
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung & investasi
8. Mau bekerja keras
9. Tepat waktu
Di negara miskin/terbelakang/berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya yang mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut.
Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita. Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik. Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi apa-apa pada diri Anda!! Hewan peliharaan Anda tidak akan mati, Anda tidak akan kehilangan pekerjaan, Anda tidak akan mendapat kesialan dalam 7 tahun, juga Anda tidak akan sakit.
TETAPI… jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam negara kita. Negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan…dan akan menjadi lebih miskin lagi.
Jika Anda mencintai negara kita, teruskan pesan ini kepada teman-teman Anda. Biarlah mereka merefleksikan hal ini.Kita harus mulai dari mana saja. Kita harus berubah dan bertindak!! dan perubahan dimulai dari diri kita sendiri.



Ok, Thx 4 the share Mee
InsyaAllah.. Semangat untuk perubahan yang lebih baik!!!
Mulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal kecil, dan mulailah dari sekarang. Warnai orang lain dan ajak untuk melakukan perbaikan dan perubahan!
Itulah Negara Kita, termasuk kateori yang mana ya..monggo dinilai sendiri..
tapi kapan ya indonesia bisa maju, pastinya perubahan dari kita sendiri ya mas fahmi
—————————-
o iya gimana kabarnya,skg dimana nih?
# Amel
Sama-sama mel..
# i2r
yup, sepakat, selagi momennya tepat : tahun baru.
# Dhanang
Alhamdulillah baik, sehat, sekarang di ibukota pak, belajar jadi programmer
kayanya mental orang2 negeri ini emang kayak gitu ya bro, mungkin aku jg sedang mengalaminya, hehe. jadi ingat om Mario Teguh, hidup harus banyak2 memberi bukan meminta..
salam kenal..
(gak Nyambung)… 
….. Indonesia????… walo pun banyak kekurangannya… yang penting kita harus tetap mencintai tanah kelahiran ….
Tukeran Link ya…
boleh menambahkan satu hal gak? masalah terbesar dari kemiskinan di dunia bukanlah kekurangan sumber daya tapi ketidakmerataan pembagian sumber daya.
20 % penduduk di dunia menikmati 80% kekayaan bumi
sementara 80% penduduk di dunia menikmati hanya 20% dr kekayaan bumi…
satu hal yang perlu ditumbuhkan dari pemimpin dan pemuda saat ini,
Rasa ADIL.
btw, makasi juga sudah memberi info berguna ini
Demi Indonesia yang lebih baik
Semangat!!
hmmm…..ya-ya…
bagus artikelnya…
salam,,,
mari kita sama2 tanamkan prinsip dasar kehidupan dalam diri kita sendiri dan untuk seluruh generasi indonesia….agar indonesia keluar dari smua masalah dan tidak ada lagi kemiskinan tentunya….