Bahagia tanpa syarat


Terlalu sering rasanya mensyaratkan ini dan itu untuk menikmati bahagia - harus punya pekerjaan yang seperti ini, penghasilan sejumlah itu, atau rumah, atau kendaraan, pasangan hidup yang harus secantik ini, sepintar itu. Padahal, bukankah bahagia itu letaknya ada di dalam diri, tanpa apapun di luar diri ini, sudah bisa bahagia.

Tak jarang pula rasanya menyalahkan hujan yang turun, matahari yang terlalu menyengat, jalanan yang semakin macet, orang-orang yang menyebalkan, dan seterusnya. Melelahkan. Melelahkan kalau semua itu harus menjadi syarat agar kita bisa menikmati bahagia.

Sudahlah, bahagia saja. Dengannya akan semakin terasa indah rasa syukur itu.

**

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Fokus
Code Igniter & Al Quran : Beberapa Harapan

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

kebahagiaan yang sejati dan tanpa syarat yaitu jika kita bisa selalu dekat kepada Allah…karena Dia-lah pemilik “rasa bahagia” itu dan menganugerhakannya kepada makhluk ciptaaan Nya.
terkadang kita terlena oleh rasa bahagia karena sesuatu hal yang dipinjamkan Allah SWT kepada kita dan ketika Sang Pemilik mengambilnya kembali kita merasa tidak bahagia…..

blog na bgus mas!!! leh tuker link ga,,
link na dah Q psng d’blogQ>
thanks…

Kebahagiaan itu hanya bisa didapat dengan mensyukuri apa yang sudah ada didalam diri kita
Nice Post ^^