Bahagia tanpa syarat

July 1st, 2009 3 Comments fahmij

Terlalu sering rasanya mensyaratkan ini dan itu untuk menikmati bahagia – harus punya pekerjaan yang seperti ini, penghasilan sejumlah itu, atau rumah, atau kendaraan, pasangan hidup yang harus secantik ini, sepintar itu. Padahal, bukankah bahagia itu letaknya ada di dalam diri, tanpa apapun di luar diri ini, sudah bisa bahagia.

Tak jarang pula rasanya menyalahkan hujan yang turun, matahari yang terlalu menyengat, jalanan yang semakin macet, orang-orang yang menyebalkan, dan seterusnya. Melelahkan. Melelahkan kalau semua itu harus menjadi syarat agar kita bisa menikmati bahagia.

Sudahlah, bahagia saja. Dengannya akan semakin terasa indah rasa syukur itu.

**

 

3 Responses to “Bahagia tanpa syarat”

  1. nurul July 6th, 2009 at 12:14 am

    kebahagiaan yang sejati dan tanpa syarat yaitu jika kita bisa selalu dekat kepada Allah…karena Dia-lah pemilik “rasa bahagia” itu dan menganugerhakannya kepada makhluk ciptaaan Nya.
    terkadang kita terlena oleh rasa bahagia karena sesuatu hal yang dipinjamkan Allah SWT kepada kita dan ketika Sang Pemilik mengambilnya kembali kita merasa tidak bahagia…..

  2. wan's book July 8th, 2009 at 6:34 am

    blog na bgus mas!!! leh tuker link ga,,
    link na dah Q psng d’blogQ>
    thanks…

  3. Lee Choo September 14th, 2009 at 1:51 pm

    Kebahagiaan itu hanya bisa didapat dengan mensyukuri apa yang sudah ada didalam diri kita
    Nice Post ^^


Leave a Reply