Fokus

“Fokuslah pada satu hal, dengan sepenuh hati (full of passion), dan kamu akan berhasil dengan hal itu”. Setidaknya kata-kata itu sudah dibuktikan oleh banyak tokoh yang boleh dibilang sukses dengan apa yang mereka lakukan -dengan sepenuh hati tentunya. Michael jordan agaknya dapat jadi contoh yang tepat untuk melihat keberhasilan karena mampu fokus pada kekuatan dan bakatnya sebagai pemain basket profesional. Namun, dia juga menjadi contoh yang ‘baik’ untuk mewakili kegagalan lantaran ‘out of focus’, yaitu ketika dia memutuskan untuk menjadi pemain baseball profesional, sayangnya itu tidak membuatnya menjadi pemain yang briliant seperti ketika dia ada di lapangan basket.

Ada juga Mr. Warren Buffet, pebisnis dan investor kelas dunia. Kenapa beliau jadi contoh untuk persoalan fokus ini? Ya, karena beliau fokus pada bisnis yang benar-benar dia mengerti. Terbukti saat bisnis di dunia ‘dot com’ melanda Amerika tahun 1990-an, Warren Buffet tidak tertarik untuk ambil bagian, dan kemudian keputusannya terbukti tepat, saham-saham dot-com berguguran seiring krisis finansial pada kisaran 1998 : Dot-com Bubble.

Ada banyak lagi contoh orang-orang yang telah mencapai “keberhasilan” melalui ‘metode’ fokus ini. Lalu bagaimana dengan multitasking?

Sesungguhnya tidak ada manusia yang mampu melakukan multitasking : melakukan dua atau lebih dalam waktu bersamaan dengan hasil yang optimal. Bahkan komputer sekalipun tidak dapat melakukan multitasking karena yang dilakukannya -sebenarnya- adalah menjalankan instruksi-instruksi secara berurutan dalam waktu yang sangat cepat, sehingga seolah-olah komputer dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Dengan kata lain, yang mungkin dilakukan adalah rapid refocusing : beralih fokus dari satu hal ke hal lain lalu kembali lagi ke hal semula secara cepat. Namun, perpindahan fokus yang terlalu sering ternyata membahayakan otak.

Dan hari ini, saya memaksa kepala untuk beralih -berkali-kali- mulai dari Eclipse, facebook, utak-atik playlist winamp, chatting, sampe nge-blog. Hasilnya : nothing !

So, apa moral dari posting ini? Ya… fokus aja, insyaAllah lebih produktif ;)

7 comments on “Fokus”

  1. fahmi Reply

    justru karena sedang kehilangan fokus makanya postingan ini muncul. hehe..
    *monggo silakan di-link, semoga ada manfaatnya.. :)

  2. maryam Reply

    Bener gitu ga ada “multitasking” ???
    Klo komputer sih bisa jadi ga bisa nglamin multitasking, klo manusia ?
    Gimana klo ada orang yang, Lagi makan, sambil nonton TV, sambil puter2 chanel TV, sambil bernafas, sambil ngantuk …
    Itu bisa dilakukan secara barengan lho :D

  3. fahmi Reply

    @maryam
    :)
    Tapi proses yang terjadi di otaknya -setau saya- tetep terjadi bergantian (dalam rentang waktu cepat), sehingga seolah-olah semuanya terjadi bersamaan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>