Fokus

August 17th, 2009 7 Comments fahmij

“Fokuslah pada satu hal, dengan sepenuh hati (full of passion), dan kamu akan berhasil dengan hal itu”. Setidaknya kata-kata itu sudah dibuktikan oleh banyak tokoh yang boleh dibilang sukses dengan apa yang mereka lakukan -dengan sepenuh hati tentunya. Michael jordan agaknya dapat jadi contoh yang tepat untuk melihat keberhasilan karena mampu fokus pada kekuatan dan bakatnya sebagai pemain basket profesional. Namun, dia juga menjadi contoh yang ‘baik’ untuk mewakili kegagalan lantaran ‘out of focus’, yaitu ketika dia memutuskan untuk menjadi pemain baseball profesional, sayangnya itu tidak membuatnya menjadi pemain yang briliant seperti ketika dia ada di lapangan basket.

Ada juga Mr. Warren Buffet, pebisnis dan investor kelas dunia. Kenapa beliau jadi contoh untuk persoalan fokus ini? Ya, karena beliau fokus pada bisnis yang benar-benar dia mengerti. Terbukti saat bisnis di dunia ‘dot com’ melanda Amerika tahun 1990-an, Warren Buffet tidak tertarik untuk ambil bagian, dan kemudian keputusannya terbukti tepat, saham-saham dot-com berguguran seiring krisis finansial pada kisaran 1998 : Dot-com Bubble.

Ada banyak lagi contoh orang-orang yang telah mencapai “keberhasilan” melalui ‘metode’ fokus ini. Lalu bagaimana dengan multitasking?

Sesungguhnya tidak ada manusia yang mampu melakukan multitasking : melakukan dua atau lebih dalam waktu bersamaan dengan hasil yang optimal. Bahkan komputer sekalipun tidak dapat melakukan multitasking karena yang dilakukannya -sebenarnya- adalah menjalankan instruksi-instruksi secara berurutan dalam waktu yang sangat cepat, sehingga seolah-olah komputer dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Dengan kata lain, yang mungkin dilakukan adalah rapid refocusing : beralih fokus dari satu hal ke hal lain lalu kembali lagi ke hal semula secara cepat. Namun, perpindahan fokus yang terlalu sering ternyata membahayakan otak.

Dan hari ini, saya memaksa kepala untuk beralih -berkali-kali- mulai dari Eclipse, facebook, utak-atik playlist winamp, chatting, sampe nge-blog. Hasilnya : nothing !

So, apa moral dari posting ini? Ya… fokus aja, insyaAllah lebih produktif ;)

 

7 Responses to “Fokus”

  1. syifa August 20th, 2009 at 9:06 am

    ant ndiri trus milih fokus ngapain? btw, link-nya tak masukin blogq ya…

  2. fahmi August 21st, 2009 at 1:52 am

    justru karena sedang kehilangan fokus makanya postingan ini muncul. hehe..
    *monggo silakan di-link, semoga ada manfaatnya.. :)

  3. MooIMie August 27th, 2009 at 6:12 am

    Nice posting gan!.. haughaugaug..

  4. Dhanang Sukmana .. September 7th, 2009 at 3:10 am

    nice posting gan, manusia limit kalo disuruh multitasking..tapi tergantung processornya juga mas fahmi..

  5. maryam September 14th, 2009 at 3:37 pm

    Bener gitu ga ada “multitasking” ???
    Klo komputer sih bisa jadi ga bisa nglamin multitasking, klo manusia ?
    Gimana klo ada orang yang, Lagi makan, sambil nonton TV, sambil puter2 chanel TV, sambil bernafas, sambil ngantuk …
    Itu bisa dilakukan secara barengan lho :D

  6. fahmi September 18th, 2009 at 3:08 am

    @maryam
    :)
    Tapi proses yang terjadi di otaknya -setau saya- tetep terjadi bergantian (dalam rentang waktu cepat), sehingga seolah-olah semuanya terjadi bersamaan..

  7. amru September 30th, 2009 at 8:10 am

    oww berarti temen dikampus pada sering bilang fokus dong fokus… pasti habis baca blog ini


Leave a Reply