Berkata-kata

December 11th, 2009 8 Comments fahmij

Makin banyak kata yang diucap, makin banyak yang akan dimintai tanggung jawab. Begitu pesan seorang kawan. Apalagi sekarang banyak media yang bisa mewakili kita berkata-kata. Status facebook, twitter, plurk timeline (mungkin) juga bagian dari kata-kata – dan pikiran – kita, yang, suatu saat nanti, akan dimintai pertanggungan jawab.

Saya sendiri lebih memilih untuk (berusaha) berhati-hati saat posting. (Hmm, jangankan yang diposting di ranah internet, yang sering diucap di keseharian saja masih banyak yang sia-sia). Bukan sok jaim, atau apalah namanya, ini cuma sebagai upaya meminimalisir pengaruh buruk saya terhadap orang lain ;) Kalau belum bisa bermanfaat, sekurang-kurangnya tidak berpengaruh buruk, begitu yang pernah saya dengar. Karena bagaimanapun, apa yang kita ucapkan, baik secara lisan maupun melalui media internet, sedikit banyak akan mempengaruhi orang lain yang mendengar, ataupun membacanya. Kata-kata yang positif akan berpengaruh positif, begitu pula sebaliknya.

Pernah dengar tentang penelitian mengenai efek kata-kata pada kristal air, kan? Meskipun ada yang meragukan metode yang digunakan dalam penelitian ini (CMIIW), tetap menarik mengetahui bahwa kata-kata berpengaruh bahkan pada zat yang kita anggap sebagai benda mati. Kalau air saja dapat bereaksi terhadap kata-kata, bagaimana pula dengan kita?

Dan, beberapa waktu lalu, saya merasa “ditegur” melalui surat Qaaf, antara lain pada ayat 16 – 19:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya…”

Ah, jangankan yang diucapkan, bahkan yang masih dibisikkan dalam hatipun sudah diketahui…

Link terkait :

 

8 Responses to “Berkata-kata”

  1. nurul December 19th, 2009 at 12:28 am

    ^_^

  2. D SUkmana Adi December 19th, 2009 at 3:37 am

    ^_^ makanya sekarang jarang jarang update status..kadang saya juga berpikiran seperti itu mas hhehehe…yang penting posting yang efeknya positif aja deh

  3. unknown December 20th, 2009 at 10:15 am

    kalau saya berpikir masing-masing orang punya pikiran dan pilihan masing-masing, tergantung dirinya ingin memutuskan seperti apa dan menanggung resikonya, semua hal di dunia ada konsekuensinya, manusia harus siap untuk itu :). Anyway thanks, nice posting ;)

  4. si Dion December 21st, 2009 at 4:55 am

    ada kalanya seperti itu, ada kalanya berkaca pada ‘diam itu tidak selalu emas, krn berbicara bisa menjadi berlian’. seruan utk saling menasehati dlm kebaikan jg mjd kewajiban kita sbg saudara, tanpa harus menunggu si penasehat itu menjadi mulia terlebih dahulu (bukankah satu-satunya manusia mulia adalah sang Rasul?).
    saling mendoakan yah, kawan.. :)

  5. Nauval January 15th, 2010 at 1:34 pm

    Lidah memang lebih tajam daripada pedang, jadi inget kata” ini, hehe
    salam kenal

  6. fahmij February 22nd, 2010 at 4:25 pm

    @nurul
    :)

    @mas Dhanang
    Keep posting yang positif mas.. :)

    @unknown
    Terima kasih sudah mampir :) Yup, memilih-milih yang dipikir & diucap, supaya yang terpilih adalah yang positif dan konsekuensi yang diterima juga bernilai positif… :)

    @si Dion
    Atau seperti tagline-nya internet sehat : wise while online, think before posting. :)

    @Nauval
    Yup, salam kenal :)

  7. ai May 3rd, 2010 at 6:08 am

    Blogwalkingan.. salam kenal ya.. :)
    btw tertohok euy baca postingannya.. :mrgreen:

  8. fahmij May 10th, 2010 at 8:18 am

    #ai
    Yup..salam kenal juga ya… :)
    *ini jg menohok saya sebenernya… :D


Leave a Reply