<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fahmijafar &#187; Hikmah</title>
	<atom:link href="http://fahmijafar.net/category/hikmah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fahmijafar.net</link>
	<description>Dalam tiap kanvas waktu, selalu ada cerita dan warna yang bisa dibagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Nov 2011 16:41:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelajaran tentang Doa</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2011/06/11/doa/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2011/06/11/doa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 10:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/2011/06/11/doa/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al Hikam, Ibn &#8216;Athaillah As Sakandari mengisahkan sebuah doa yang diijabah Allah; tetapi sang pendoa yang justru tak siap akannya. Seorang ahli &#8216;ibadah berdoa memohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja,  sehingga dengannya, dia dapat dengan tekun beribadah kepada Allah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga.
Maka Allah pun mengabulkan doa-nya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2011/06/11/doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Tweet Ust. Anis Matta tentang &#8220;Waktu&#8221;</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2011/01/05/kumpulan-tweet-ust-anis-matta-tentang-waktu/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2011/01/05/kumpulan-tweet-ust-anis-matta-tentang-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 00:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[anis matta]]></category>
		<category><![CDATA[tweet]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kumpulan tweet dari ustad Anis Matta soal waktu (#waktu), dan -tanpa mengubah konten utama- sudah saya ubah jadi format paragraf supaya lebih mudah dibaca. Semoga bermanfaat 
Setiap kali ada pergantian tahun seperti sekarang, saya selalu membangunkan kembali kesadaran saya tentang waktu dan cara merasakannya. Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena &#8220;satuan waktu&#8221; yang mereka gunakan juga berbeda, itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban, maka..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2011/01/05/kumpulan-tweet-ust-anis-matta-tentang-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Goal Setting</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2010/12/08/goal-setting/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2010/12/08/goal-setting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 16:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Sudah akhir tahun lagi ya? Seperti biasa, kurang afdol kalo ngga bicara soal target, tujuan, cita-cita di tahun depan. Tapi kali ini saya ngga akan bahas soal target-target ke depan, saya cuma mau berbagi tips-tips yang pernah disampaikan oleh pak Teddy Prasetya (@teddiprasetya) melalui tweet-nya terkait dengan cita-cita (Goal Setting), beberapa waktu lalu. Semoga bermanfaat 


Tempo hari, saya pernah tulis status tentang hidup layaknya naik taksi. Jika tanpa tujuan, selain mahal, tentu nyasar. #Goal
Maka punya..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2010/12/08/goal-setting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Rubik&#8217;s Cube</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2010/05/23/belajar-dari-rubiks-cube/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2010/05/23/belajar-dari-rubiks-cube/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 14:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Positive Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[rubik's cube]]></category>
		<category><![CDATA[Young on Top]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/2010/05/23/belajar-dari-rubiks-cube/</guid>
		<description><![CDATA[ Beberapa waktu lalu saya sempat dibuat pusing dengan rubik’s cube ini. Apa pasal? Hampir 2 minggu saya utak-atik tapi masih belum bisa juga menyusunnya. Menyerah? Tentu tidak, kawan. Cuma perlu bantuan google dan akhirnya menemukan beberapa petunjuk untuk menyelesaikan rubik’s cube itu. Hasilnya, sekarang saya bisa solve rubik’s cube dalam kisaran waktu 2 menit 30 detik. Mungkin buat para master rubik 2 menit itu hanya waktu untuk pemula. Tapi bagi saya, itu pencapaian “hebat”...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2010/05/23/belajar-dari-rubiks-cube/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkata-kata</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2009/12/11/berkata-kata/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2009/12/11/berkata-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/2009/12/11/berkata-kata/</guid>
		<description><![CDATA[Makin banyak kata yang diucap, makin banyak yang akan dimintai tanggung jawab. Begitu pesan seorang kawan. Apalagi sekarang banyak media yang bisa mewakili kita berkata-kata. Status facebook, twitter, plurk timeline (mungkin) juga bagian dari kata-kata &#8211; dan pikiran &#8211; kita, yang, suatu saat nanti, akan dimintai pertanggungan jawab.
Saya sendiri lebih memilih untuk (berusaha) berhati-hati saat posting. (Hmm, jangankan yang diposting di ranah internet, yang sering diucap di keseharian saja masih banyak yang sia-sia). Bukan sok..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2009/12/11/berkata-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayyidul Istighfar</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2009/10/22/sayyidul-istighfar/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2009/10/22/sayyidul-istighfar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 00:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[sayyidul istighfar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam&#8230;

&#8220;Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau&#8221;.
&#8216;Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2009/10/22/sayyidul-istighfar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan Tentang Cinta</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2009/10/14/pertanyaan-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2009/10/14/pertanyaan-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 03:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Apakah cinta
selalu menyediakan airmata?
Apakah cinta
selalu menyediakan harapan?
rindu yang berdenyut di nadi
rela dan maaf di sanubari,
uluran tangan tanpa pamrih
kurasa itu cinta
dan ketika kau memutuskan
untuk memeluk Tuhan
di sepanjang jalan berliku
kurasa itu paling cinta
Abdurrahman Faiz, 2003

Seperti dua sisi mata uang, cinta menyediakan harapan, sekaligus air mata,
menawarkan keindahan, juga terselip penderitaan. Tapi itu cinta pada makhluk, yang air matanya adalah air mata kesedihan, yang harapannya sangat boleh jadi berujung kekecewaan, dan yang penderitaannya akan menyakitkan.
Lalu, cinta yang bermuara, berawal..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2009/10/14/pertanyaan-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia tanpa syarat</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2009/07/01/bahagia-tanpa-syarat/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2009/07/01/bahagia-tanpa-syarat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 01:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Terlalu sering rasanya mensyaratkan ini dan itu untuk menikmati bahagia &#8211; harus punya pekerjaan yang seperti ini, penghasilan sejumlah itu, atau rumah, atau kendaraan, pasangan hidup yang harus secantik ini, sepintar itu. Padahal, bukankah bahagia itu letaknya ada di dalam diri, tanpa apapun di luar diri ini, sudah bisa bahagia.
Tak jarang pula rasanya menyalahkan hujan yang turun, matahari yang terlalu menyengat, jalanan yang semakin macet, orang-orang yang menyebalkan, dan seterusnya. Melelahkan. Melelahkan kalau semua itu..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2009/07/01/bahagia-tanpa-syarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Code Igniter &amp; Al Quran : Beberapa Harapan</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2009/05/23/code-igniter-al-quran-beberapa-harapan/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2009/05/23/code-igniter-al-quran-beberapa-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 00:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[CMS]]></category>
		<category><![CDATA[Code Igniter]]></category>
		<category><![CDATA[Framework]]></category>
		<category><![CDATA[Mind Map]]></category>
		<category><![CDATA[Topic Map]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, di kantor yang lama saya masih berkutat dengan script-script PHP dan pernah punya keinginan untuk mempelajari salah satu framework PHP. Salah satu yang cukup terkenal itu Code Igniter. Framework ini terhitung sederhana, banyak modul-modul pendukungnya, dan yang penting dokumentasinya baik sehingga framework ini mudah dipelajari. Alhamdulillah satu aplikasi sudah berhasil dibangun dengan Code Igniter, meski belum diimplementasikan sepenuhnya oleh kantor karena masalah migrasi dari aplikasi sebelumnya. Kalau kawan mau lihat, bisa kunjungi link ini...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2009/05/23/code-igniter-al-quran-beberapa-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersediakah aku &#8220;menikah&#8221; denganku?</title>
		<link>http://fahmijafar.net/2008/11/28/bersediakah-aku-menikah-denganku/</link>
		<comments>http://fahmijafar.net/2008/11/28/bersediakah-aku-menikah-denganku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 02:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahmij</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahmijafar.net/2008/11/28/bersediakah-aku-menikah-denganku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku cukup terheran-heran mendengar pertanyaan di atas ketika membaca buku &#8220;Satu Tiket ke Surga&#8221;, karya Zabrina E. Bakar. Rasanya, pertanyaan ini yang terlebih dulu harus aku jawab sebelum aku menyampaikan pertanyaan lain : &#8220;bersediakah kau menikah denganku?&#8221;.
Dan kalau pertanyaan itu aku lontarkan ke diriku sendiri, jawaban yang akan keluar adalah : &#8220;Mungkin&#8221;, atau &#8220;Akan kupikir-pikir dulu&#8221;. Mengapa? Karena aku tau siapa yang akan aku &#8220;nikahi&#8221;, diriku sendiri, yang aku tau segala kekurangannya, yang aku tau..]]></description>
		<wfw:commentRss>http://fahmijafar.net/2008/11/28/bersediakah-aku-menikah-denganku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

