Financial Freedom
Pertama kali saya dengar tentang financial freedom (kebebasan finansial) itu dari bukunya Robert T. Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad). Beliau bercerita banyak tentang passive income atau cara membuat uang bekerja untuk kita, dan seterusnya. Ini cukup berpengaruh pada pola pikir saya ketika itu dan ketika itu pula saya sangat ingin punya usaha atau investasi yang bisa mendatangkan passive income, artinya tanpa susah payah bekerja saya bisa dapat uang ![]()
Sekarang, keinginan saya untuk dapat memiliki usaha Alhamdulillah tercapai, saya dan beberapa orang kawan patungan membuat usaha kecil-kecilan, sebuah rental komputer!!
Usaha ini sebenarnya setahun yang lalu pernah berdiri di jalan kaliurang, depan UII. Tapi mungkin dulu saya terlalu tergesa-gesa, tidak mempertimbangkan banyak hal dalam memulai usaha, seperti : lokasi, target pasar, manajemen, dsb., sehingga hasilnya waktu itupun tidak maksimal. Singkatnya, usaha itu gagal. Dan investasi sekian juta dari investor-pun menguap.
Gagal? Tidak masalah. Seperti kata denbagus, setiap kali gagal artinya saya telah mengurangi jatah gagal saya dalam hidup, dan kalau jatah gagal saya sudah habis, itu berarti saya harus bersiap-siap untuk berhasil, bukan begitu? ![]()
Alhamdulillah di awal tahun ini kami punya peluang untuk mengembalikan kepercayaan investor dengan mengembangkan usaha di tempat yang baru dengan pasar yang masih cukup menjanjikan. Kamipun susun manajemen yang baru, dan saat ini Alhamdulillah sudah menunjukkan tanda-tanda positif, terlihat dari omzet harian yang relatif sesuai dengan target kami.
Jujur saja, omzet usaha rental komputer dengan dukungan 4 komputer client tidak serta merta membuat jadi kaya. Tapi, ada hal lain di luar materi yang ingin kami capai dan sayang untuk dilewatkan. Ada rasa senang ketika bisa memberi peluang kerja buat orang lain (meski kami akui belum mampu memberi imbalan yang layak). Juga ada kebahagiaan ketika melalui rental itu kami ikut membantu orang-orang yang sedang menggarap skripsi, tugas kuliah, dan lainnya.
Dan, kau tau kawan, aku semakin mengerti bahwa financial freedom bukanlah semata seperti yang Mr. Kiyosaki sebutkan di atas, tetapi lebih dari itu, financial freedom adalah keadaan di mana kita sudah terbebas, free, dari ketergantungan akan uang/materi untuk bisa bahagia…
Teriring doa semoga Allah selalu menyelimuti kita dengan kebahagiaan.. dunia akhirat.. amiin ![]()
Love is Beautiful
Sudah baca novel Sang Pemimpi? Kalau sudah, pasti tau tentang Arai kan. Saya mengagumi filosofi cinta Arai terhadap Zakiah Nurmala, bidadarinya. Dalam pandangan saya, Arai sudah paham betul bagaimana seharusnya mencintai sesuatu/seseorang. Arai selalu berpikir positif meskipun Nurmala jelas-jelas menolaknya. Tapi, lihatlah apa yang dikatakan Arai..
“Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal…,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.
Mungkin, sudah tak penting lagi apakah Nurmala akan menerima atau menolaknya, baginya, mencintai tanpa memiliki, itu sudah cukup..



Recent Comments
I’ve really noticed that repairing credit activity has to be conducted with tactics. If...
Wonderful work! That is the type of info that are supposed to be shared around the internet....
I wonder if anybody seriously seeks very dramatically higher SAT Reasoning Test, SAT Subject...
hi!,I love your writing very a lot! percentage we communicate extra approximately your post on AOL?...
Hakikat Doa Hikmah