Belajar dari Rubik’s Cube
Beberapa waktu lalu saya sempat dibuat pusing dengan rubik’s cube ini. Apa pasal? Hampir 2 minggu saya utak-atik tapi masih belum bisa juga menyusunnya. Menyerah? Tentu tidak, kawan. Cuma perlu bantuan google dan akhirnya menemukan beberapa petunjuk untuk menyelesaikan rubik’s cube itu. Hasilnya, sekarang saya bisa solve rubik’s cube dalam kisaran waktu 2 menit 30 detik. Mungkin buat para master rubik 2 menit itu hanya waktu untuk pemula. Tapi bagi saya, itu pencapaian “hebat”. ![]()
Dan, dari hal sederhana itu ada beberapa hal yang bisa saya ambil pelajaran mengenai keberhasilan, bahwa :
#1 Dimulai dari keinginan
Di mana ada keinginan, disitu ada jalan. Begitu pepatah bilang. Keinginan adalah sumber ‘penderitaan’, itu kata Bung Iwan Fals. Atau, bermimpilah, dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita. Itu pendapat Andrea Hirata.
Yang jelas, pengalaman rubik’s cube itu mengajari saya untuk memiliki keinginan, membangun mimpi, dan menyusun cita-cita. Sebab, bagaimana mungkin saya bisa menyelesaikannya kalau keinginan untuk itu saja tidak ada. Sebab, dari situlah saya mulai mencari-cari solusinya. Dan sebab dari situ pulalah saya akhirnnya bisa mengatakan : saya bisa.
Kalau demikian, berarti memiliki keinginan-keinginan yang besar & baik adalah PR selanjutnya.
#2 Jangan katakan tidak mungkin bagi apa yang Anda ingin capai
Ini pesan dari pak Mario Teguh. Yup, mengatakan tidak mungkin untuk cita-cita sendiri sama saja menihilkan kemampuan diri sendiri, dan lebih dari itu, ‘meremehkan’ kekuasaan Tuhan untuk campur tangan mewujudkan keinginan kita. Sebagaimana dalam psikologi positif-nya Martin Seligman, The Secret-nya Rhonda Byrne, atau Quantum Ikhlas-nya Erbe Sentanu, kita diajarkan tentang kekuatan dari berpikir positif dan optimis. Agama menyebutnya dengan ‘husnudzon’ atau berbaik sangka. Jujur saja, awalnya saya sempat berpikir ‘tidak mungkin’ untuk menyelesaikannya, tapi mengingat ‘rumus’ berpikir positif itu, misi akhirnya berhasil dijalankan.
#3 Going for the extra miles
Yap, ini adalah pelajaran lain yang saya dapat, kawan. Seperti yang sudah saya ceritakan di awal, pada akhirnya memang saya berhasil menyelesaikan rubik’s cube sebagaimana yang saya mau, tapi waktu tercepat yang berhasil saya catat masih belum kurang dari 2 menit, karena, saya tidak berusaha lebih kuat lagi. Padahal menurut D.A. Benton, yang saya kutip dari buku Young On Top – nya Billy Boen, “Lakukan sesuatu –dua atau tiga persen- apa yang orang lain tidak lakukan. Kamu akan membuat orang lain kaget dengan melakukan lebih dari apa yang diharapkan. Kamu akan berada di atas rata-rata dan kemungkinan besar kamu akan merasa lebih fun.” Masih dari buku yang sama, Donald Trump juga berpesan “Berkompetisilah dengan diri sendiri. Jangan menjadi seseorang yang hanya satu kali sukses. Setelah sukses, carilah jalan untuk melewati apa yang pernah kamu lakukan. Saya yakin atas apa yang saya lakukan dan saya akan selalu melakukan sesuatu yang lebih besar dan lebih baik.”
Demikian, semoga pelajaran ini juga bermanfaat buatmu, kawan ![]()
With best regards,
Fahmi Jafar
* Image from : http://sarahcr.wordpress.com/2009/10/14/nothing-but-a-yale-art-star/
Nasehat soal Financial Health
Berikut ini adalah kutipan ‘nasehat’ dari seorang investor terkenal, Warrent Buffet, yang disampaikan di awal tahun 2009 lalu, saat di mana Amerika dilanda tanda-tanda krisis finansial, saat di mana banyak profesional yang terkena PHK di sana. (Alhamdulillah krisis tersebut segera berlalu, dan Indonesia sendiri termasuk negara yang tidak terkena dampaknya, bahkan membukukan pertumbuhan ekonomi tertinggi ke-3 setelah Cina dan India pada waktu itu).
Mungkin saran sederhana dari beliau ini akan membantu kita mencapai kesehatan finansial yang kita harapkan. Berikut kutipannya :
We begin this New Year with dampened enthusiasm and dented optimism. Our happiness is diluted and our peace is threatened by the financial illness that has infected our families, organizations and nations.
Everyone is desperate to find a remedy that will cure their financial illness and help them recover their financial health. They expect the financial experts to provide them with remedies, forgetting the fact that it is these experts who created this financial mess.
Every new year, I adopt a couple of old maxims as my beacons to guide my future. This self-prescribed therapy has ensured that with each passing year, I grow wiser and not older.
This year, I invite you to tap into the financial wisdom of our elders along with me, and become financially wiser.
- Hard work: All hard work bring a profit, but mere talk leads only to poverty.
- Laziness: A sleeping lobster is carried away by the water current.
- Earnings: Never depend on a single source of income. (At least make your Investments get you second earning)
- Spending: If you buy things you don’t need, you’ll soon sell things you need.
- Savings: Don’t save what is left after spending; Spend what is left after saving.
- Borrowings: The borrower becomes the lender’s slave.
- Accounting: It’s no use carrying an umbrella, if your shoes are leaking.
- Auditing: Beware of little expenses; A small leak can sink a large ship.
- Risk-taking: Never test the depth of the river with both feet. (Have an alternate plan ready)
- Investment: Don’t put all your eggs in one basket.
I’m certain that those who have already been practicing these principles remain financially healthy. I’m equally confident that those who resolve to start practicing these principles will quickly regain their financial health.
With Best Regards,
Warren Buffet



Recent Comments
I’ve really noticed that repairing credit activity has to be conducted with tactics. If...
Wonderful work! That is the type of info that are supposed to be shared around the internet....
I wonder if anybody seriously seeks very dramatically higher SAT Reasoning Test, SAT Subject...
hi!,I love your writing very a lot! percentage we communicate extra approximately your post on AOL?...
Hakikat Doa Hikmah