Topic Map Al Quran
Seperti yang pernah saya singgung dalam posting sebelumnya, skripsi saya dulu adalah mengenai aplikasi yang mengelola topic-map untuk indeks Alquran. Ide awalnya yaitu untuk memetakan sejumlah topik yang terdapat dalam Al Quran lalu mendefinisikan hubungan antar topik. Dari topik-topik yang dipilih dan dihubungkan tersebut diharapkan bisa memudahkan kita untuk meng-explore informasi-informasi di dalamnya.
Belum banyak memang (setidaknya saat tulisan ini dibuat) yang mengimplementasikan topic-map, karenanya dari dulu saya ingin share aplikasi ini tapi saat itu masih terkendala dengan penyedia ‘free-hosting’ untuk aplikasi java yang boleh dibilang sulit ditemui. Jadi, aplikasi ini saya biarkan mengendap di harddisk, sampai beberapa waktu lalu kawan saya Gugun menulis mengenai Google App Engine, sebuah layanan dari Google yang menyediakan ‘free-hosting’ untuk aplikasi berbasis Java dan Phyton. Ini menarik, karena selama ini kebanyakan free-hosting hanya menyediakan environment untuk aplikasi-aplikasi berbasis PHP (cmiiw). Di samping itu, Google juga sudah menyediakan plugin untuk Eclipse IDE yang dapat mengakomodasi deployment project secara langsung, sehingga akan sangat memudahkan developer men-deploy aplikasinya ke server.
Dari situ, saya coba-coba untuk mendeploy aplikasi topic-map Alquran ke Google App Engine tersebut. Kawan boleh coba akses di http://javarscript.appspot.com/ParseTopicMap. Ini masih prototipe dan maklum aja kalau masih ada beberapa bug yang di sana-sini
. (Jika koneksi internet tidak stabil, kemungkinan akan mengalami kesulitan saat me-load applet TouchGraph LinkBrowser).
Lalu, apa itu topic-map? Secara singkat, topic map merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengelola limpahan informasi (info glut), dengan menggunakan pendekatan back-of-book index yang mencakup konteks dan lokasi dari informasi tersebut. Salah satu penjelasan singkat bisa dibaca di http://www.xml.com/pub/a/2002/09/11/topicmaps.html.
Hampir keseluruhan aplikasi web ini ‘digerakkan’ hanya dengan sebuah file XTM (XML for Topic Map), dan sejauh ini belum saya coba menggunakan basis data sama sekali. Semua definisi mengenai topic, occurrence, dan associations-nya terdapat di satu file tersebut. Termasuk juga untuk men-generate file XML yang digunakan untuk ‘digambarkan’ di dalam applet TouchGraph LinkBrowser. (Applet TouchGraph LinkBrowser bisa didapat dari SourceForge.net).

TouchGraph LinkBrowser with Topic Map Alquran
Sekali lagi ini masih prototipe, namun, aplikasi ini sudah memiliki fitur-fitur dasar untuk mengelola sebuah topic map sederhana : mengelola (add/edit) topic, occurrences, mengatur association (hubungan antar topic), serta sebuah fungsi untuk mengkonversi file XTM menjadi file XML yang di-recognize oleh applet TouchGraph LinkBrowser (dengan fitur ini applet -seperti tampak pada gambar- dapat menggambarkan map dalam bentuk graph yang menarik). Dengan demikian, aplikasi ini pada dasarnya dapat dikembangkan untuk domain-domain (topik-topik) lain. Mungkin juga bisa digunakan untuk membuat materi pelajaran sebagai bagian dari model belajar. ![]()
Life List
Sudah cukup umum, bahwa tiap pergantian tahun sering dijadikan moment yang dianggap tepat untuk melakukan evaluasi, sekaligus perencanaan-perencanaan. Begitu pula dengan tahun ini. Sedikit demi sedikit saya susun rencana, target, mimpi, dan cita-cita yang ingin dicapai.
Saya sendiri menemui banyak contoh di mana mimpi-mimpi yang kita tuliskan itu bisa memberikan kekuatan tersendiri bagi kita untuk mewujudkannya. Terbukti bagaimana mimpi-mimpi John Goddard, yang dia tulis ketika berusia 15 tahun, satu demi satu tercapai. Atau bagaimana seorang mahasiswa IPB menuliskan dan menjejakkan impian-impiannya sejak awal kuliah. Kita juga sudah menyaksikan Arai & Ikal menemui mimpinya, begitu pula dengan Alif Fikri beserta para sahibul menara melukiskan mimpinya setinggi langit lalu berhasil menjemputnya.
Dan sungguh, menuliskan mimpi-mimpi itu seperti menuliskan doa-doa, karena di sana akan terselip harapan agar Tuhan memudahkan mimpi-mimpi itu terwujud.
Life-list & Scrum-board
Mencontoh life-list-nya John Goddard, life-list saya bagi ke dalam kategori-kategori besar yang ingin saya capai, mulai dari kategori ’self-competence’ (kompetensi pribadi yang ingin dibangun), kategori ‘finansial’ (capaian keuangan/materi), kategori ‘visit’ (tempat-tempat yang ingin dikunjungi), sampai kategori ‘emosional/spiritual’ (capaian secara ruhani). Kategori-kategori ini tentu berbeda-beda untuk tiap orang, tergantung bagaimana ia memetakan rencana-rencananya.
Kategori-kategori tersebut merupakan kategori-kategori besar dalam jangka panjang (long term vision). Dari long-term vision tersebut, dapat di-break-down lagi menjadi target-target harian, bulanan, atau satu tahunan (mid/short term vision), sekaligus mengurutkan berdasar skala prioritas : dari yang paling penting & mendesak sampai ke yang tidak penting & tidak mendesak, dari rencana membaca buku, cuci-setrika baju, sampai posting entry di blog
Saya baru mencobanya beberapa hari ini, dan alhamdulillah, relatif terasa lebih mudah mencapainya.
Dalam dunia software development pun ternyata menerapkan cara yang serupa, salah satunya adalah metode Scrum-Sprint : membagi tugas-tugas ke dalam siklus kerja yang iterative sesuai target yang disepakati dalam sprint meeting. Sprint meeting sendiri umumnya dilakukan tiap satu atau dua mingguan, bergantung pada product-backlog yang akan di-deliver. Dan pada tiap sprint meeting akan dievaluasi sejauh mana dan seberapa baik project di-deliver ke product-owner.
Evaluasi juga dilakukan setiap hari melalui scrum meeting, dan tiap anggota tim akan melaporkan setidaknya 3 hal : apa yang sudah dilakukan di hari sebelumnya, apa rencana kerja hari ini, dan kesulitan-kesulitan yang ditemui. Selain itu juga aktivitas tersebut ‘direkam’ di scrum-board yang berisi daftar To-Do (yang harus dilakukan), Doing (yang sedang dilakukan), Done (yang sudah selesai dikerjakan), dan Tested (yang sudah diuji oleh tim Quality Assurance). Ini sudah diterapkan di kantor saya, dan sejauh ini terbukti efektif untuk men-deliver project sesuai deadline.
Demikian, selamat menuliskan mimpi (dan mewujudkannya), semoga bermanfaat. ![]()



Recent Comments
I’ve really noticed that repairing credit activity has to be conducted with tactics. If...
Wonderful work! That is the type of info that are supposed to be shared around the internet....
I wonder if anybody seriously seeks very dramatically higher SAT Reasoning Test, SAT Subject...
hi!,I love your writing very a lot! percentage we communicate extra approximately your post on AOL?...
Hakikat Doa Hikmah