syukur
Bahagia tanpa syarat
Terlalu sering rasanya mensyaratkan ini dan itu untuk menikmati bahagia – harus punya pekerjaan yang seperti ini, penghasilan sejumlah itu, atau rumah, atau kendaraan, pasangan hidup yang harus secantik ini, sepintar itu. Padahal, bukankah bahagia itu letaknya ada di dalam diri, tanpa apapun di luar diri ini, sudah bisa bahagia.
Tak jarang pula rasanya menyalahkan hujan yang turun, matahari yang terlalu menyengat, jalanan yang semakin macet, orang-orang yang menyebalkan, dan seterusnya. Melelahkan. Melelahkan kalau semua itu..



Recent Comments
emang bener dengan mengatakan Insya Allah berarti kita mengakui bahwa memang Allah yang paling berkuasa atas...
Musti ditonton tuh.. seruu ceritanya…
waaah… nana belum sempet nonton filmnyaa..baca post ini jadi lgsg pingin nonton nieee. thanks ya mas...
hebat sunguh nama itu,,,,ya Allah,,,,,,,,
kl g salah ada petunjuknya to mas?? kok kayak ponakanku si hanif gek seneng2nge maen rubik.bangun tidur yg...